Color Blindness Simulator
Simulate how colors appear to people with protanopia, deuteranopia, and tritanopia.
Red
Green
Blue
Orange
Purple
Yellow
Cyan
Pink
Tentang alat ini
Simulator Buta Warna menerapkan filter matriks warna CSS pada warna sampel untuk menunjukkan bagaimana desain terlihat bagi orang dengan berbagai jenis kekurangan penglihatan warna.
Gunakan alat ini saat merancang komponen UI, grafik, peta, atau konten visual yang mengandalkan warna.
Jenis Buta Warna
- Penglihatan Normal: Penglihatan Normal: persepsi warna penuh
- Protanopia (buta merah): Protanopia: kerucut merah hilang (~1% pria)
- Deuteranopia (buta hijau): Deuteranopia: kerucut hijau hilang (paling umum, ~1% pria)
- Tritanopia (buta biru): Tritanopia: kerucut biru hilang (langka, ~0,003%)
- Acromatopsia (tanpa warna): Acromatopsia: tanpa persepsi warna, hanya skala abu-abu (sangat langka)
- Achromatomaly (warna berkurang): Achromatomaly: sensitivitas warna berkurang di beberapa jenis kerucut
Cara penggunaan
- Pilih jenis simulasi dari menu tarik-turun.
- Amati bagaimana sampel warna dan spektrum berubah dengan filter yang dipilih.
- Bandingkan dengan penglihatan normal untuk mengidentifikasi kombinasi warna yang bermasalah.
Kasus penggunaan
Desainer UI/UX memeriksa apakah status tombol dan indikator status tetap dapat dibedakan. Pembuat visualisasi data memastikan warna grafik dapat diakses.
Pertanyaan umum
- Seberapa akurat simulasi ini? — Menggunakan transformasi matriks warna yang telah ditetapkan dan merupakan perkiraan yang baik.
- Berapa persen orang yang buta warna? — Sekitar 8% pria dan 0,5% wanita memiliki beberapa bentuk kekurangan penglihatan warna.
- Apa cara terbaik mendesain untuk buta warna? — Gabungkan warna dengan isyarat visual lain seperti bentuk, pola, label, atau tekstur.